Singkat saja. Kata Bijak Mutiara Soekarno
akan menghadirkan kutipan motivasi dari bapak proklamator kita. Ir
Soekarno. Kutiapan Bijak ini semoga dapa membakar semangat kebangsaan
kita dan menjadikan kita cinta kepada tanah Air Indonesia tercinta.
anda juga dapat membaca Kutipan Bijak atau Kata Mutiara Gusdur di sini.
selamat membaca
- "Apabila dalam di dalam diri
seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka
jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan
selangkah pun."
- "Janganlah melihat ke masa
depan dengan mata buta. Masa yang lampau sangat berguna sebagai kaca benggala
daripada masa yang akan datang."
- “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung:
berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan
berkorban untuk mempertahankannya”. [Ir. Soekarno, Pidato HUT Proklamasi 1956]
- "Apakah kita mau Indonesia merdeka, yang kaum Kapitalnya merajalela
ataukah yang semua rakyatnya sejahtera, yang semua cukup makan, cukup pakaian,
hidup dalam kesejahteraan, merasa dipangku oleh Ibu Pertiwi yang cukup memberi
sandang dan pangan?" [Ir. Soekarno
Pidato lahirnya Pancasila 1 Juni 1945]
- "Tuhan menciptakan bangsa untuk
maju melawan kebohongan elit atas, hanya bangsanya sendiri yang mampu merubah
nasib negerinya sendiri."
- "Aku tinggalkan Kekayaan alam
Indonesia, biar semua negara besar dunia iri dengan Indonesia, dan aku
tinggalkan hingga bangsa Indonesia sendiri yang mengolahnya."
- "Barangsiapa ingin mutiara,
harus berani terjun di lautan yang dalam."
- “Firman Tuhan inilah gitaku, Firman Tuhan
inilah harus menjadi Gitamu : “Innallahu la yu ghoiyiru ma bikaumin, hatta yu
ghoiyiru ma biamfusihim”. ” Tuhan tidak merobah nasibnya sesuatu bangsa sebelum
bangsa itu merobah nasibnya” [Bung Karno, Pidato HUT Proklamasi, 1964]
- "Bangsa yang besar adalah
bangsa yang menghormati jasa pahlawannya." [Ir. Soekarno, Pidato Hari
Pahlawan 10 November 1961]
- "Kita belum hidup dalam sinar
bulan purnama, kita masih hidup dimasa pancaroba. Jadi tetaplah bersemangat
elang rajawali."
- "Gantungkan cita-cita mu
setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan
jatuh di antara bintang-bintang."
- • Ilmu hanyalah ilmu sejati, jikalau
ilmu itu ialah untuk membawa kebahagiaan kepada manusia. [Menggali api
Pancasila, hlm. 15]
- • Aku ini bukan apa-apa kalau tanpa
rakyat. Aku besar karena rakyat, aku berjuang karena rakyat dan aku penyambung
lidah rakyat. [Menggali api Pancasila, hlm. 11]
- "Laki-laki dan perempuan adalah
seperti dua sayap dari seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka
terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; Jika patah satu
dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama
sekali."
- "Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan
lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri."
- "Beri aku 1.000 orang tua,
niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan
kuguncangkan dunia"
- "Merdeka hanyalah sebuah
jembatan, Walaupun jembatan emas.., di seberang jembatan itu jalan pecah dua:
satu ke dunia sama rata sama rasa.., satu ke dunia sama ratap sama
tangis!"
- "Orang tidak bisa mengabdi
kepada Tuhan dengan tidak mengabdi kepada sesama manusia.. Tuhan bersemayam di
gubuknya si miskin."
- "Apakah kelemahan kita adalah kurang percaya diri sebaga bangsa,
sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri dan kurang mempercayai satu
sama lain, padahal kita ini asalnya adalah rakyat gotong royong."
- "Jadikan deritaku ini sebagai
kesaksian bahwa kekuasaan seorang Presiden sekalipun ada batasnya. Karena
kekuasaan yang langgeng hanya kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah
Kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa."
- "Bangunlah suatu dunia dimana
semuanya bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan.
- "Kita bangsa besar, kita bukan
bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta, apalagi
jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu! Lebih
baik makan gaplek tetapi merdeka, daripada makan bestik tapi budak." [Bung
Karno, Pidato HUT Proklamasi]
- "Aku lebih suka lukisan samudra
yang gelombangnya menggebu-gebu daripada lukisan sawah yang adem ayem
tentram."
- "Janganlah mengira kita semua
sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di
gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai! Berjuanglah terus dengan mengucurkan
sebanyak-banyak keringat." [Ir. Soekarno, Pidato HUT Proklamasi]
- "Gemah ripah loh jinawi, tata
tentram kerta raharja, para kawula iyeg rumagang ing gawe, tebih saking laku
cengengilan adoh saking juti. Wong kang lumaku dagang, rinten dalu tan wonten
pedote, labet saking tan wonten sansayangi margi. Subur kang sarwa tinandur,
murah kang sarwa tinuku. Bebek ayam raja kaya enjang medal ing panggenan, sore
bali ing kandange dewe-dewe. Ucapan-dalang dari
bapaknya-embahnya-buyutnya-canggahnya, warengnya-udeg-udegnya gantung siwurnya.
Bekerja bersatu padu, jauh daripada hasut, dengki, orang berdagang siang malam
tiada hentinya, tidak ada halangan di jalan. Inipun menggambarkan cita-cita
sosialisme." [Bung Karno, Pidato Hari Ibu 22 Desember 1960]
- "Walaupun jembatan emas di
seberang jembatan itu jalan pecah dua: satu ke dunia sama rata sama rasa.. satu
ke dunia sama ratap sama tangis.."
- • Aku bersemboyan; Biar melati dan
mawar dan kenanga dan cempaka dan semua bunga mekar bersama di taman sari
Indonesia.[Pidato HUT Proklamasi, 1964]
demikianlah Kata Motivasi Bijak dari Soekarno sang penyambung lidah rakyat. semoga bermanfaat.